IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
A.
Rasional
1. IMM sebagai sebuah komunitas, menurut image kalangan
Muhammadiyah merupakan sebagian dari pembela dan pengembang Muhammadiyah
sebagai gerakan Islam Amar Makruf Nahi Munkar melalui kompetisi dasar aqidah,
intelektual dan kepemimpinannya, baik lingkungan intinya, kampus yang dianggap
dan mengklaim sebagai masyarakat ilmiah, agent of change, menara air
dalam gerakan masyarakat lokal, nasional bahkan internasional dalam banyak
dimensi kehidupan, masih terus eksis, berkembang, ditunggu dan diharapkan.
Mengapa? Kebesaran Muhammadiyah sebagai alat juang untuk membesarkan Islam
tergantung kebesaran-kebesaran baik Muhammadiyah itu sendiri disemua tingkat
struktur, maupun kekuatan angkatan mudanya, menurut kultur dan fungsi
masing-masing tak terkecuali IMM.
2.
IMM adalah sebuah wadah dimana
anggota-anggotanya dalam transisi mencari bentuk jati diri, baik pribadi maupun
kolektif. Ia ditantang oleh situasi yang sangat kotemporer dalam substansi,
namun rentan terhadap perbedaan dalam memberi makna. Obsesi-obsesi yang sering
berubah karena benturan-benturan paradigma misalnya perang ideologi dan
interest, suka sekali terhadap term-term opposan, konspirasi, perubahan dan
pengkaderan. Secara individu idialisme yang dimiliki dan dikembangkan belum
banyak dibentur oleh realitas relatif jernih, imajinasi massa depannya
macam-macam; menjadi seorang kyai pemangku pondok pesantren dan Imam Masjid
yang disegani, pengusaha sukses, petani desa yang tenang dan tentram,
cendekiawan terkenal, konglomerat yang hidupnya di padang golf, restorant, dari
hotel ke hotel dengan rumah dan mobil mewahnya, politisi dan pejabat tinggi, atau
mungkin menjadi guru yang setia menemani murid-muridnya dengan penuh kesabaran
dan seterusnya.
Pertanyaannya adalah mana yang hebat? Semua hebat dan baik.
And the most important is how to get; a good education, a good appearance and a
good relationship.
- IMM sebagai penjaga gawang Islam sebagai kerangka besar dan Muhammadiyah sebagai subsistem dari kerangka itu dalam pengertian kultur dan versi dihadapkan pada perkembangan ideologi-ideologi yang dipicu oleh banyak faktor, selalu tampil dan terus berkembang. Ideologi-ideologi menyesatkan yang ujung-ujungnya menjauhkan diri dari al-qur’an dan al-hadits terus menggelinding gencar adalah bagian penting dari agenda dan PR IMM.
4.
IMM sebagai gerakan mahasiswa Muslim selalu
dipertanyakan eksistensinya di kalangan gerakan mahasiswa lain, baik Muslim maupun
non muslim. Dalam pentas intelektual dan praktis, baik tingkat lokal maupun
nasional, juga sejauh mana partnershipnya dengan pimpinan perguruan tinggi
khususnya PTM, demi kemajuan institusi; penuh respect, biasa-biasa saja atau No
Way! No Care!
B.
Pilar-pilar
Sejarah
Sejarah masa Rasulullah, berdirinya
Muhammadiyah, berdirinya IMM dan sekarang ini adalah merupakan bagian dari
pilar-pilar sejarah yang penting. Antar pilar satu dengan yang lainnya
menunjukan jarak-jarak sejarah. Dalam jarak sejarah tentu berproses dan terkait
satu sama lain yang tak dapat piukur lamanya, berlaku hukum sebab akibat, hukum
radiasi kultur dalam gerak ruang dan waktu dan teori-teori canggih lainnya,
namun substansinya sama. Kebenaran melawan
kebatilan; dalam budaya, pendidikan, politik, ekonomi, konflik internal dan
eksternal. Habil melawan Qobil, Musa melawa Firaun, Sadam Husein melawan George
Bush dan seterusnya sampai berakhirnya kehidupan.
Mungkin kita bertanya
mengapa zaman Rasulullah adalah periode sebaik-baik umat? Seperti apa kriterianya? Bagaimana Rasulullah memimpin umat?
Seperti apa kepribadian Rasulullah? Kemudian zaman setelahnya semakin lama
semakin kurang baik sampai akhirnya datang hari kiamat, dimana tak seorang
hambapun yang menyebut, dan berserah diri kepada Allah.
Tentu ini wilayah supra natural yang tak
terjangkau oleh akal manusia. Wilayah akal manusia adalah belajar dan ikhtiar
dan kesungguhan dari keduanya yang dinilai oleh Allah.
C.
Strategi
dan Kepemimpinan Rasulullah
Strategy is a plant designed for a
particular purpose.
Informasi dimasa lalu adlah berdasarkan
al-qur’an dan hadist yang njumlahnya puluhan ribu dan amatlah sulit untuk
merumuskan sejarah mengenai pengkaderan yang dilakukan Rasulullah sejak awal
kenabiannya pada usia 40 tahun sampai dia wafat, tentang meteri, metode dan
lain sebagainya. Tentang materi, sesuai dengan sejarah kenabiannya adalah
berada di Makkah dan menitik beratkan pada doktrin-doktrin tauhid yang mengacu
pada ayat-ayat dan surat-surat Makiyah. Adapun kepribadian dan kepemimpiannya
dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kepribadian Rasulullah
Kebesaran pribadi Rasulullah tidak mungkin
digambarkan secara total, namun ada beberapa kepribadian Rasulullah yang patut
dicermati, yang menjadikannya berhasil memimpin umat dalam waktu singkat dan tidak
mungkin seseorangpun untuk tidak menghormatinya.
a. Sifat-sifat utama pribadinya
1.
Kehormatan kelahirannya.
2.
Bentuk dan potongan tubuh yang sempurna.
3.
Perkataannya yang fasih dan lancar.
4.
Kecerdasan akal yang sempurna.
5.
Ketabahan dan keberaniannya.
6.
Tidak terpengaruh oleh duniawi.
7. Hormat dan respect terhadap dirinya.
b. Sifat-sifat utama kemasyarakatannya
1.
Murah hati dan dermawan.
2.
Manis pergaulannya.
3. Tidak lekas marah atas barang yang tidak disenangi dan suka
memaafkan selagi dia kuat.
4.
Arif bijaksana dalam pimpinan.
5.
Contoh utama dalam memegang pimpinan.
6. Teguh dalam pendirian.
Sedangkan penjelasan dalam al-qur’an yang
tercermin dalam diri Rasulullah adalah sebagai berikut:
a. Untuk diri pribadi
1.
Hanya mencari keridhlaan Allah.
2.
Mengatakan yang hak
(benar) walaupun pahit.
3.
Mengajak menegakkan
keadilan dan menjauhi kezaliman.
4.
Menghargai kejujuran dan mencela segala
kepalsuan.
5.
Membanggakn pembela-pembela,
pejuang-pejuang agama.
6.
Menegakkan ekonomi yang halal.
7.
Melakukan syukur nikmat.
8.
Berlapang dada.
9.
Berlaku sabar dalam
menghadapi segala musibah dan ikhlas rela menerima takdir.
b.
Untuk pergaulan
1.
Bersikap sopan dan
taat kepada ibu bapak
2.
Silaturahmi dengan
seghala orang
3.
Taat kepada ulil amri
(pimpinan) yang terpilih
4.
Menghormati tetangga
yang berdekatan rumah dan teman kerja
5.
Bersatu menjauhi
perpecahan
6.
Berdamai dan
mendamaikan
7.
Tegak bersatu membela
agama
8.
Memberi peringatan
kepada orang-orang yang lalai dalam perjuangan
9.
Mengajak orang untuk
berkorban harta
10.
Menegakkan kewajiban zakat
11.
Menjunjung hak-hak manusia
12.
Memegang teguh amanah
13.
Mendahulukan kepentingan umum daripada diri
sendiri
14. Jujur dalam transaksi ekonomi
D.
Strategi pengkaderan IMM
Now what?
Perlu perumusan
substansi kerangka dan muatannya sehingga potret gerakan dari masa ke masa,
dari berdirinya sampai dikatakan zaman industri berlanjut sekarang ini, tetap
konsisten dan diakui eksistensinya. Jadi IMM harus:
1. Tetap dalam kerangka berfikir dan
berperilaku keislaman, bermuhammadiyah dan keindonesiaan.
2. Menerapkan

Kutipan dari DPP IMM
BalasHapus