Minggu, 13 Mei 2012

Kepemimpinan Rasulullah

Kepemimpinan Rasulullah

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

A.   Rasional
1.    IMM sebagai sebuah komunitas, menurut image kalangan Muhammadiyah merupakan sebagian dari pembela dan pengembang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Amar Makruf Nahi Munkar melalui kompetisi dasar aqidah, intelektual dan kepemimpinannya, baik lingkungan intinya, kampus yang dianggap dan mengklaim sebagai masyarakat ilmiah, agent of change, menara air dalam gerakan masyarakat lokal, nasional bahkan internasional dalam banyak dimensi kehidupan, masih terus eksis, berkembang, ditunggu dan diharapkan. Mengapa? Kebesaran Muhammadiyah sebagai alat juang untuk membesarkan Islam tergantung kebesaran-kebesaran baik Muhammadiyah itu sendiri disemua tingkat struktur, maupun kekuatan angkatan mudanya, menurut kultur dan fungsi masing-masing tak terkecuali IMM.
2.      IMM adalah sebuah wadah dimana anggota-anggotanya dalam transisi mencari bentuk jati diri, baik pribadi maupun kolektif. Ia ditantang oleh situasi yang sangat kotemporer dalam substansi, namun rentan terhadap perbedaan dalam memberi makna. Obsesi-obsesi yang sering berubah karena benturan-benturan paradigma misalnya perang ideologi dan interest, suka sekali terhadap term-term opposan, konspirasi, perubahan dan pengkaderan. Secara individu idialisme yang dimiliki dan dikembangkan belum banyak dibentur oleh realitas relatif jernih, imajinasi massa depannya macam-macam; menjadi seorang kyai pemangku pondok pesantren dan Imam Masjid yang disegani, pengusaha sukses, petani desa yang tenang dan tentram, cendekiawan terkenal, konglomerat yang hidupnya di padang golf, restorant, dari hotel ke hotel dengan rumah dan mobil mewahnya, politisi dan pejabat tinggi, atau mungkin menjadi guru yang setia menemani murid-muridnya dengan penuh kesabaran dan seterusnya.
Pertanyaannya adalah mana yang hebat? Semua hebat dan baik. And the most important is how to get; a good education, a good appearance and a good relationship.
  1. IMM sebagai penjaga gawang Islam sebagai kerangka besar dan Muhammadiyah sebagai subsistem dari kerangka itu dalam pengertian kultur dan versi dihadapkan pada perkembangan ideologi-ideologi yang dipicu oleh banyak faktor, selalu tampil dan terus berkembang. Ideologi-ideologi menyesatkan yang ujung-ujungnya menjauhkan diri dari al-qur’an dan al-hadits terus menggelinding gencar adalah bagian penting dari agenda dan PR IMM.
4.      IMM sebagai gerakan mahasiswa Muslim selalu dipertanyakan eksistensinya di kalangan gerakan mahasiswa lain, baik Muslim maupun non muslim. Dalam pentas intelektual dan praktis, baik tingkat lokal maupun nasional, juga sejauh mana partnershipnya dengan pimpinan perguruan tinggi khususnya PTM, demi kemajuan institusi; penuh respect, biasa-biasa saja atau No Way! No Care!
B.   Pilar-pilar Sejarah
Sejarah masa Rasulullah, berdirinya Muhammadiyah, berdirinya IMM dan sekarang ini adalah merupakan bagian dari pilar-pilar sejarah yang penting. Antar pilar satu dengan yang lainnya menunjukan jarak-jarak sejarah. Dalam jarak sejarah tentu berproses dan terkait satu sama lain yang tak dapat piukur lamanya, berlaku hukum sebab akibat, hukum radiasi kultur dalam gerak ruang dan waktu dan teori-teori canggih lainnya, namun substansinya sama. Kebenaran melawan kebatilan; dalam budaya, pendidikan, politik, ekonomi, konflik internal dan eksternal. Habil melawan Qobil, Musa melawa Firaun, Sadam Husein melawan George Bush dan seterusnya sampai berakhirnya kehidupan.
Mungkin kita bertanya mengapa zaman Rasulullah adalah periode sebaik-baik umat? Seperti apa kriterianya? Bagaimana Rasulullah memimpin umat? Seperti apa kepribadian Rasulullah? Kemudian zaman setelahnya semakin lama semakin kurang baik sampai akhirnya datang hari kiamat, dimana tak seorang hambapun yang menyebut, dan berserah diri kepada Allah.
Tentu ini wilayah supra natural yang tak terjangkau oleh akal manusia. Wilayah akal manusia adalah belajar dan ikhtiar dan kesungguhan dari keduanya yang dinilai oleh Allah.
C.   Strategi dan Kepemimpinan Rasulullah
Strategy is a plant designed for a particular purpose.
Informasi dimasa lalu adlah berdasarkan al-qur’an dan hadist yang njumlahnya puluhan ribu dan amatlah sulit untuk merumuskan sejarah mengenai pengkaderan yang dilakukan Rasulullah sejak awal kenabiannya pada usia 40 tahun sampai dia wafat, tentang meteri, metode dan lain sebagainya. Tentang materi, sesuai dengan sejarah kenabiannya adalah berada di Makkah dan menitik beratkan pada doktrin-doktrin tauhid yang mengacu pada ayat-ayat dan surat-surat Makiyah. Adapun kepribadian dan kepemimpiannya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Kepribadian Rasulullah
Kebesaran pribadi Rasulullah tidak mungkin digambarkan secara total, namun ada beberapa kepribadian Rasulullah yang patut dicermati, yang menjadikannya berhasil memimpin umat dalam waktu singkat dan tidak mungkin seseorangpun untuk tidak menghormatinya.
a.    Sifat-sifat utama pribadinya
1.    Kehormatan kelahirannya.
2.    Bentuk dan potongan tubuh yang sempurna.
3.    Perkataannya yang fasih dan lancar.
4.    Kecerdasan akal yang sempurna.
5.    Ketabahan dan keberaniannya.
6.    Tidak terpengaruh oleh duniawi.
7.    Hormat dan respect terhadap dirinya.
b.    Sifat-sifat utama kemasyarakatannya
1.    Murah hati dan dermawan.
2.    Manis pergaulannya.
3.    Tidak lekas marah atas barang yang tidak disenangi dan suka memaafkan selagi dia kuat.
4.    Arif bijaksana dalam pimpinan.
5.    Contoh utama dalam memegang pimpinan.
6.    Teguh dalam pendirian.
Sedangkan penjelasan dalam al-qur’an yang tercermin dalam diri Rasulullah adalah sebagai berikut:
a.   Untuk diri pribadi
1.    Hanya mencari keridhlaan Allah.
2.    Mengatakan yang hak (benar) walaupun pahit.
3.    Mengajak menegakkan keadilan dan menjauhi kezaliman.
4.    Menghargai kejujuran dan mencela segala kepalsuan.
5.    Membanggakn pembela-pembela, pejuang-pejuang agama.
6.    Menegakkan ekonomi yang halal.
7.    Melakukan syukur nikmat.
8.    Berlapang dada.
9.    Berlaku sabar dalam menghadapi segala musibah dan ikhlas rela menerima takdir.
b.   Untuk pergaulan
1.    Bersikap sopan dan taat kepada ibu bapak
2.    Silaturahmi dengan seghala orang
3.    Taat kepada ulil amri (pimpinan) yang terpilih
4.    Menghormati tetangga yang berdekatan rumah dan teman kerja
5.    Bersatu menjauhi perpecahan
6.    Berdamai dan mendamaikan
7.    Tegak bersatu membela agama
8.    Memberi peringatan kepada orang-orang yang lalai dalam perjuangan
9.    Mengajak orang untuk berkorban harta
10.  Menegakkan kewajiban zakat
11.  Menjunjung hak-hak manusia
12.  Memegang teguh amanah
13.  Mendahulukan kepentingan umum daripada diri sendiri
14.  Jujur dalam transaksi ekonomi
D.   Strategi pengkaderan IMM
Now what?
Perlu perumusan substansi kerangka dan muatannya sehingga potret gerakan dari masa ke masa, dari berdirinya sampai dikatakan zaman industri berlanjut sekarang ini, tetap konsisten dan diakui eksistensinya. Jadi IMM harus:
1.    Tetap dalam kerangka berfikir dan berperilaku keislaman, bermuhammadiyah dan keindonesiaan.
2.    Menerapkan

1 komentar: