DARUL ARQAM DASAR PIMPINAN
CABANG
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
KOTA PADANG
DARUL ARQAM DASAR merupakan perkaderan awal
untuk masuk kedalam structural Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. DAD merupakan salah
satu jalur pengkaderan utama dalam IMM. Setiap mahasiswa yang ingin masuk
kedalam IMM harus mengikuti Darul Arqam Dasar.
DAD mempunyai pola dan sistem yang jelas dan
detail dalam mengatur perkaderan ini. Tujuan dari DAD adalah menciptakan sosok
kader progresif yang memiliki keimanan yang kokoh, berangkat dari pemahaman
teologi rasional yang kuat dengan sikap keberagamaan yang total, inklusif
sekaligus transformatif, dan berkepribadian Muhammadiyah serta memiliki jiwa
kepemimpinan yang baik dalam rangka membangun peradaban baru manusia yang lebih
humanis.
Dalam pelaksanaan DAD. Ada bebrapa materi pokok
yang tidak boleh ditinggalkan. Ketauhidan, Keislaman, Peradaban Islam, Ke-Muhamadiyah-an,
Leadhersip dan Manajemen Organisasi, dan yang terpenting adalah Sejarah, Identitas,
Ideology dan arah gerakan IMM itu sendiri.
Namun juga ada beberapa meteri serapan yang
mesti ada dalam perkaderan ini untuk menunjang keilmuan para peserta DAD yang
akan masuk kedalam IMM. Rethorika, filsafat, gender, sejarah gerakan mahasiswa,
dakwah Islam, manajemen diri, manajemen aksi, dan juga beberapa materi lainnya.
Karena disamping penanaman Ideologi dan menambah wawasan tujuan DAD juga
menjadikan kader-kader ini menjadi kader progresif, loyal dan militan.
IMM merupakan salah satu dari berbagai macam
gerakan social yang ada di Indonesia. Sebagai gerakan social yang tidak muda
lagi umurnya, IMM dituntut untuk menunjukkan kontribusi kongkret buat perubahan
bangsa ini. Dan sebagai organisasi kemahasiswaan islam yang bergerak dalam
ranah Keagamaan, Kemasyarakatan Dan Kemahasiswaan, sudah seharusnya pula IMM
memberikan kontribusi konkret tersebut. Untuk itulah disini kami mencoba
menafsirkan kembali landasan filosofis gerakan IMM, supaya sesuai dengan
perkembangan zaman tanpa harus keluar dari bingkainya. Dimana landasan yang
coba kami tafsirkan kembali yaitu Tri
Kompetensi.
Pertama, Religiusitas,
syeh Muhammad Abduh pernah mengatakan bahwa manusia hidup itu menurut
aqidahnya, jika aqidahnya benar maka benar
pula perjalanan hidupnya. Inilah yang harus dipahami kembali oleh seluruh
kader IMM. Seluruh kader IMM harus mempunyai aqidah yang benar sebagi
fondasi awal dalam menjalani tugas kehidupan didunia ini. Selain ini kader IMM
dituntut untuk mampu menangkap ruh/spirit
dari setiap ritual ibadah yang dilakukan. Misal : Shalat, Mengaji, Zakat, Haji,
Puasa dan lain-lain.
Setiap kader harus mampu menangkap ruh/spirit
dari setiap ibadah itu. Sehingga hal itu bukan hanya menjadi kegiatan rutinitas
semata yang tanpa arti. Inilah yang
perlu kita pahami kembali, aqidah benar
dan mampu menangkap ruh/spirit ibadah.
Kedua, intelektualitas,
meminjam istilah Gramsci bahwa intelektual tradisonal ialah mereka yang
membicarakan masalah social diatas menara gading yang jauh dari realitas
obyektif masyarakat. Disinilah peran IMM, sebagai kaum intelektual mereka harus
mampu membaca realitas yang sesungguhnya
sedang terjadi dimasyarakat, kemudian memikirkan dan menelurkan ide-ide
solutifnya, sehingga perannya sebagai seorang intelektual dirasakan betul oleh
masyarakat. Serta karya-karya mereka selalu menghiasi media-media di negeri ini
sehingga wacana mereka tidak pernah kering.
Ketiga, humanitas,
humanitas tak terlepas dengan masyarakat. Sementara yang dimaksud humanitas disini
adalah: proses untuk mentransformasi pengetahuan, dari pengetahuan terbentuklah
ilmu, dari ilmu terbentuklah perilaku, dari perilaku terbentuklah karakter sehingga terwujudlah
masyarakat yang berkemajuan sebagaimana visi muhammadiyah. Karena itulah peran IMM
sanngat menentukan karena kita adalah sebagai agent of change dari bangsa kita sendiri. Sebagaimana kata presiden
Soekarno beri aku sepuluh pemuda maka akan saya goncangkan dunia. Hal ini
memang ada benarnya, karena melihat pemuda adalah masa-masa produktif, enerjik dan
kreatif. Bila pemudanya semangat membawa perubahan yang lebih baik maka baiklah
bangsa ini. Tapi bila pemudanya loyo dan pesimis membawa perubahan maka bangsa
ini tetap tak akan berubah menuju yang lebih baik. Maka dari itulah peran IMM
diharapkan mampu mencerahkan dan menggerakkan persyarikatan, umat dan bangsa
menuju yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar