Rabu, 25 Maret 2015



DARUL ARQAM DASAR PIMPINAN CABANG
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
KOTA PADANG

DARUL ARQAM DASAR merupakan perkaderan awal untuk masuk kedalam structural Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. DAD merupakan salah satu jalur pengkaderan utama dalam IMM. Setiap mahasiswa yang ingin masuk kedalam IMM harus mengikuti Darul Arqam Dasar.  
DAD mempunyai pola dan sistem yang jelas dan detail dalam mengatur perkaderan ini. Tujuan dari DAD adalah menciptakan sosok kader progresif yang memiliki keimanan yang kokoh, berangkat dari pemahaman teologi rasional yang kuat dengan sikap keberagamaan yang total, inklusif sekaligus transformatif, dan berkepribadian Muhammadiyah serta memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dalam rangka membangun peradaban baru manusia yang lebih humanis.
Dalam pelaksanaan DAD. Ada bebrapa materi pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Ketauhidan, Keislaman, Peradaban Islam, Ke-Muhamadiyah-an, Leadhersip dan Manajemen Organisasi, dan yang terpenting adalah Sejarah, Identitas, Ideology dan arah gerakan IMM itu sendiri.
Namun juga ada beberapa meteri serapan yang mesti ada dalam perkaderan ini untuk menunjang keilmuan para peserta DAD yang akan masuk kedalam IMM. Rethorika, filsafat, gender, sejarah gerakan mahasiswa, dakwah Islam, manajemen diri, manajemen aksi, dan juga beberapa materi lainnya. Karena disamping penanaman Ideologi dan menambah wawasan tujuan DAD juga menjadikan kader-kader ini menjadi kader progresif, loyal dan militan.
IMM merupakan salah satu dari berbagai macam gerakan social yang ada di Indonesia. Sebagai gerakan social yang tidak muda lagi umurnya, IMM dituntut untuk menunjukkan kontribusi kongkret buat perubahan bangsa ini. Dan sebagai organisasi kemahasiswaan islam yang bergerak dalam ranah Keagamaan, Kemasyarakatan Dan Kemahasiswaan, sudah seharusnya pula IMM memberikan kontribusi konkret tersebut. Untuk itulah disini kami mencoba menafsirkan kembali landasan filosofis gerakan IMM, supaya sesuai dengan perkembangan zaman tanpa harus keluar dari bingkainya. Dimana landasan yang coba kami tafsirkan kembali yaitu Tri Kompetensi.
Pertama, Religiusitas, syeh Muhammad Abduh pernah mengatakan bahwa manusia hidup itu menurut aqidahnya, jika aqidahnya benar maka benar  pula perjalanan hidupnya. Inilah yang harus dipahami kembali oleh seluruh kader IMM. Seluruh kader IMM harus mempunyai aqidah yang benar sebagi fondasi awal dalam menjalani tugas kehidupan didunia ini. Selain ini kader IMM dituntut untuk mampu menangkap ruh/spirit dari setiap ritual ibadah yang dilakukan. Misal : Shalat, Mengaji, Zakat, Haji, Puasa dan lain-lain.
Setiap kader harus mampu menangkap ruh/spirit dari setiap ibadah itu. Sehingga hal itu bukan hanya menjadi kegiatan rutinitas semata yang tanpa arti.  Inilah yang perlu kita pahami kembali, aqidah benar dan mampu menangkap ruh/spirit ibadah.
Kedua, intelektualitas, meminjam istilah Gramsci bahwa intelektual tradisonal ialah mereka yang membicarakan masalah social diatas menara gading yang jauh dari realitas obyektif masyarakat. Disinilah peran IMM, sebagai kaum intelektual mereka harus mampu membaca realitas  yang sesungguhnya sedang terjadi dimasyarakat, kemudian memikirkan dan menelurkan ide-ide solutifnya, sehingga perannya sebagai seorang intelektual dirasakan betul oleh masyarakat. Serta karya-karya mereka selalu menghiasi media-media di negeri ini sehingga wacana mereka tidak pernah kering.
Ketiga, humanitas, humanitas tak terlepas dengan masyarakat. Sementara yang dimaksud humanitas disini adalah: proses untuk mentransformasi pengetahuan, dari pengetahuan terbentuklah ilmu, dari ilmu terbentuklah perilaku, dari perilaku  terbentuklah karakter sehingga terwujudlah masyarakat yang berkemajuan sebagaimana visi muhammadiyah. Karena itulah peran IMM sanngat menentukan karena kita adalah sebagai agent of change dari bangsa kita sendiri. Sebagaimana kata presiden Soekarno beri aku sepuluh pemuda maka akan saya goncangkan dunia. Hal ini memang ada benarnya, karena melihat pemuda adalah masa-masa produktif, enerjik dan kreatif. Bila pemudanya semangat membawa perubahan yang lebih baik maka baiklah bangsa ini. Tapi bila pemudanya loyo dan pesimis membawa perubahan maka bangsa ini tetap tak akan berubah menuju yang lebih baik. Maka dari itulah peran IMM diharapkan mampu mencerahkan dan menggerakkan persyarikatan, umat dan bangsa menuju yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar